THAT SHOULD BE ME - JUSTIN BIEBER
Everybody's laughing in my mind
Rumors spreading 'bout this other guy
Do you do what you did, what you did with me?
Does he love you the way I can?
Did you forget all the plans that you made with me?
'Cause baby, I didn't
That should be me holding your hand
That should be me making you laugh
That should be me, this is so sad
That should be me, that should be me
That should be me feeling your kiss
That should be me buying you gifts
This is so wrong, I can't go on
'Til you believe that that should be me
That should be me
You said you needed a little time for my mistakes
It's funny how you use that time to have me replaced
Did you think that I wouldn't see you out at the movies?
Whatcha doing to me?
You're taken' him where we used to go
Now if you're trying to break my heart
It's working 'cause you know
That, that should be me holding your hand
That should be me making you laugh
That should be me, this is so sad
That should be me, that should be me
That should be me feeling your kiss
That should be me buying you gifts
This is so wrong, I can't go on
'Til you believe that should be me
I need to know should I fight for our love or disown?
It's getting harder to shield this pain in my heart, ooh
That should be me holding your hand
That should be me making you laugh
That should be me, this is so sad
That should be me, that should be me
That should be me feeling your kiss
That should be me buying you gifts
This is so wrong, I can't go on
'Til you believe that that should be me, ooh
Holding your hand, that should be me
The one making you laugh, oh baby
Oh, that should be me, yeah
That should be me, giving you flowers
That should be me, talking for hours
That should be me, that should be me
That should be me
Never should've let you go
I never should've let you go
That should be me
Never should've let you go
That should be me
Never should've let you go
Never should've let you go
That should be me
STAY - MILEY CYRUS
Well it's good to hear your voice
I hope your doing fine
And if you ever wonder,
I'm lonely here tonight
Lost here in this moment and time keeps slipping by
And if I could have just one wish
I'd have you by my side
Oooh, oh I miss you
Oooh, oh I need you
And I love you more than I did before
And if today I don't see your face
Nothing's changed, no one can take your place
It gets harder everyday
Say you love me more than you did before
And I'm sorry it's this way
But I'm coming home, I'll be coming home
And if you ask me I will stay, I will stay
Well I try to live without you
The tears fall from my eyes
I'm alone and I feel empty
God I'm torn apart inside
I look up at the stars
Hoping your doing the same
Somehow I feel closer and I can hear you say
Oooh, oh I miss you
Oooh, oh I need you
And I love you more than I did before
And if today I don't see your face
Nothing's changed, no one can take your place
It gets harder everyday
Say you love me more than you did before
And I'm sorry that it's this way
But I'm coming home, I'll be coming home
And if you ask me I will stay, I will stay
Always stay
I never wanna lose you
And if I had to I would choose you
So stay, please always stay
You're the one that I hold onto
'Cause my heart would stop without you
And I love you more than I did before
And if today I don't see your face
Nothing's changed no one can take your place
It gets harder everyday
Say you love me more than you did before
And I'm sorry that it's this way
But I'm coming home, I'll be coming home
And if you ask me I will stay, I will stay
I'll always stay
And I love you more than I did before
And I'm sorry that it's this way
But I'm coming home I'll be coming home
And if you ask I will stay, I will stay
I will stay
Kamis, 16 Desember 2010
Soundtrack for tonight
Diposting oleh oktavianadya di 09.54 0 komentar
Senin, 06 Desember 2010
heart burst into fire -_-
Kali ini bukan kegalauan yg mendorong saya untuk menulis postingan ini, bukan juga emosi yg menggebu dan membuat saya tertarik untuk menumpahkannya disini, tapi yg membuat saya tertarik untuk mengungkapkannya disini adalah karena lagunya Bullet for My Valentine-Heart Burst Into Fire hahahaha -_- (btw ini lagu mantan saya loh skrg berlaku ya buat saya zzz). Sebait lagu itu kayanya pas deh buat aku
When i see your face my heart burst into fire
Hahahaha konyol ya? -_- engga juga sih soalnya ini bukan hal yg konyol, tapi ini hal yg realistis (lebe). Ini berhubungan erat dengan sifatku. Sebenernya punya sifat gini ga enak banget sumpah. Mau ngurangin atau mau ngilanginnya susaaaah banget. Malah ini jadi merugikan seseorang-yang-tidak-seharusnya-dirugikan. Yaa dan aku berharap orang2 yg aku libatkan disini ga baca ya ahahaha
Hmm, beberapa hari yg lalu, entahlah tanggal berapa. Oiya! 29 november -,- saat itu terjadi perang yg cukup sengit antara aku dan dia. Disini ga bakal aku sebutin siapa si dia itu karena kalo kalian termasuk dalam golongan orang yg punya IQ tinggi pasti ngerti huahaha. Gilanya, pertengkaran hebat itu disebabkan karena hal yg sepele sih bagi dia tapi bagi aku ngga sepele. Ah males juga sih ya aku ngebahas masalahnya disini. Intinya itu karena someone between us lah. Yg bahkan orang2 yg ga gitu deket sama aku tapi tau tentang KAMI, tau apa yg keliatan ngganjel dari kami. YANG BIKIN NYESEKNYA LAGI, komentar mereka ke aku tiap mereka liat keganjalan itu. Nusuk nancep rasanya kaya kepelanting keras ke tanah abis terbang dari langit ke 7. kebayang sakitnya? Haha ga usah dibayangin. Aku sebenernya udah cukup lama sih mendemnya. Cuman aku memikirkan posisi mereka lah. Kalo aku begini nanti jadi begini. Tp kalo aku ga begitu nanti jadinya begitu. Ah pokonya udah sering lah masalah ini mengganggu pikiran -,-
Kembali pada lagu, nah apa hubungannya lagu itu dengan yg aku rasain? When i see HER face, my heart burst into fire. Coba cerna lah kata2 itu maksudnya apaan. Yaa tidak lain dan tidak bukan it was kind of jealous. I really hate this feeling because actually I don’t like if my boyf (ex : my ex) is jealous with me and my boy friend(school mate). Makanya kalo aku suka ngerasain cemburu gitu ya aku mikirnya ga enak jadi orang yg di cemburuin dan mesti ini itu biar akunya ga cemburu lagi. Iya tau itu egois emang, trus mau gimana lagi orang emang akunya begini? Hahaha nasiplah.
Intinya aku ga suka, itu aja -_- walaupun dia udah bilang kalo temen ya selamanya bakalan tetep jadi temen, tapi bukan itu yg aku permasalahin! Ngga enak tau kalo posisinya di aku. Kalian mah ga berasa orang kalian juga kan yg jadi tersangka. Istilahnya begitulah kalian tersangka, aku korbannya dan temen2ku saksinya. Sampe sekarang pun kalian masih begitu! jujur ya aku bener2...ahh I’M SICK OF THAT -_- itu sebenernya ripping my heart into pieces and killing me slowly. Ghhhh gabisa ngebayangin gimana nanti aku udah gabisa melihat secara langsung kebiasaan kalian itu. Sikok si HER ini kau cak dak katek duso itu ishhh -_______________- ai sudalah banyaki duso bae ngomongi dio disini. Dengerlah lagu heart burst into fire untuk kau tu HER. Terserah kamu lah ye sekarang. Sebentar lagi aku akan mendapat secercah kebahagiaan karena udah ga akan liat kalian begitu lagi tiap hari :) hahaha jgndksnengbaeyebetino (jahat nian mulut aku sumpahlah). Sorry kalo kau baco, lah aku omongi, katek yg nak jadi listeners aku kalo cerito cak inian. Nyampah bae aku cerito cak ini. Daripada masalahnyo berkembang lagi kalo aku nulis di twitter, enak aku tulis sini bae ye jadi dak usalah lagi nyalahi aku karena aku tulis disini. Karena kalo kau masih nyalahi aku dengan bawa2 namo kau disini, aku dak beraso salah apo2 karna aku sudah milih media paling sedikit pembaca dan kemungkinan dak bakal tebaco. Dak usah marah jugo karna aku ngangkat topik ini lagi.
Analoginya tu... kalo udah luka, entah karena apa itu, walaupun ditutup, dan luka itu udah lamaaa terbentuknya, bekasnya ga akan pernah ilang dan sewaktu2 bisa dapet lagi luka serupa di tempat yg ga sama. Kita liat saja. Aku dak ngajak tanding, aku dak ngajak taruhan, aku cuman ngajak kau ngeliat apo yg bakal terjadi agek. Sebelum dan sesudah. I believe, in the end, no one win or lose. But as time goes by, we can see who was true, and who was false :)
Diposting oleh oktavianadya di 10.02 0 komentar
Senin, 29 November 2010
please get out of my mind, i'm trying to sleep
Halo semuanya. Malam ini saya kacau sekali. Hanya blog inilah satu2nya media yg bisa menuangkan kekacauan saya selain twitter. Karena twitter sekarang sudah tidak aman lagi -,- ini dia yg menjadi bahan pokok dan awal mula masalahnya menjadi besar. Sumpah nyesek abis had a big fight gini. Jangan tanyalah sama siapa soalnya kalian nanti pasti akan mengetahuinya sendiri.
Sebenernya aku bingung mesti share darimana tentang kekacauanku malem ini. Begini ajalah ya awalnya tadi pas aku abis solat Isya, kan duduk2 di ruang tamu sambil nonton on the spot (padahal tugas numpuk), kebetulan HPku abis di charge aku cabut jadi aku pegang kan ya sambil nonton. Eh tiba2 terdengar bunyi sms. Oh sepertinya temanku yg menanyakan PR. Dengan tenang aku buka inbox. JEGERRRR! Seketika berasa kena pengejut jantung pas liat nama yg tertera ”Rina”(nama disamarkan). Oke tenang. Baca SMSnya secara perlahan... (perlukah aku tulis isi smsnya disini?-_-) ga usah lah ya aku kasih tau aja pointnya. Disitu dia menjelaskan sifatnya dan segala macam bukti yg membuktikan bahwa dia adalah dia. Disitu dia ngomong terserah aku sekarang. Dia udah angkat tangan dan suruh ngabaikan sms itu kalo ga penting. Shit. Aku bener2 ga ngerti apa sms dia. Yasudahlah daripada aku kebawa emosi dalam bentuk apapun itu, aku cari aman aja masuk kamar terus buka buku kimia sembari nyari PR bu Lumongga yg mana deh. Terus aku tiduran, ngebaca ulang itu sms dan mencoba memahami kata demi kata yg dia tulis disitu. Pas lagi masatin HP, mama masuk kamar pamit mau beli roti. Oh baguslah kalau begitu. Aku lanjutin baca itu sms. Ada kali 5x aku bacain sampe bener2 ngerti apa maksudnya dia kirim sms itu. Dan sekarang masalahnya aku terkesiap. Mau bales apaan coba nih udah basah kaya gini? Aku coba sms si Bila, satu2nya advicer yg sudah terpercaya selama lebih dari 3 taun. Dia yg biasa aku mintain solusi kalo lagi ”perang” kaya gini. Lamaaa bener dia ga bales2. ogah dibilang pengecut, aku bales sms dia dengan kata2 yg stay cool dan ga pake marah2 walaupun sebenernya aku lg pengen jedotin kepala ke tembok terus geger otak dan mati -_- tapi tidak, Allah masih memberikan jalanNya. Aku jawab seadanya ajalah. Walaupun aku tau kalo adu argumen sama dia, aku bakalan kalah. Aku bales. 10 menit kemudian dibales lagi. Dan dia nyindir2 aku tentang tweets2 aku yg aku tulis kemaren siang pas abis pulang nonton debat. Aku bales lagi, dan begitulah seterusnya. Sampe dia ngebales sms aku dengan isi yg...sumpah itu nyesekkin banget bacanya. Aku banting itu hp. Aku nelungkup ke bantal. Aku nangis. Aku teriak ditahan pake bantal biar ga dikira tetangga kerampokan. Aku gebukin tembok. Aku nggerutu sendiri, marah2 sendiri kaya orang gila. Segala macem omongan keluar dari mulut aku. Yg pengen cepet pindahlah. Males liat dia besok lah. Enakan ga punya pacar lah. Gelo emang -___- smsnya aku bales setelah aku bener2 tenang. Yaa, itulah obatnya kalo aku lagi kacau. Nangis. Udah abis itu langsung anteng lagi. Kali ini ga dibales lagi sama dia. Its time to relax...
Aku emang bukan orang yg punya banyak pengalaman tentang love life gini. Aku emang bukan orang yg selalu berhasil dalam menjalin suatu hubungan. Aku bukan orang yg bisa selalu ngertiin perasaan orang lain. Aku bukan orang yg bijak dalam ngambil keputusan. Aku bukan orang yg pandai ngerangkai kata untuk ngeluluhin hati orang. Aku bukan orang yg ga pernah ngeluh ketika dihadapkan oleh suatu masalah. Aku bukan orang yg bisa menutupi segala kekuranganku dengan kelebihan. Aku bukan orang yg teguh sama pendirian dan percaya sama diri sendiri. Aku bukan orang yg kuat akan segala macam cobaan. Aku juga bukan orang yg sabar menghadapi godaan. Aku bukan orang yg sempurna dan ga pernah ngelakuin kesalahan. Masih banyak lagi sesuatu yg bukan ada di dalam diri aku. Dan apa yg ada dalam diri aku itu adalah sifatku. Bisa berubah, tetapi tidak bisa hilang dengan cara apapun. Karena aku terlahir seperti ini, and this is me. Aku sadar banyak banget sifatku yg bikin orang lain kesel. Aku tau aku ga bisa selalu terlihat sempurna di mata siapapun. Tapi semuanya aku usahain. Apa yg ga aku punya, apa yg kurang dalam diri aku, apa yg ga bisa aku lakuin, aku usahain untuk bisa, untuk punya, dan untuk lebih. Aku emang bukan ahlinya dalam masalah relationship gini. Tapi aku punya bekal cukup dari pengalaman orang lain dan pengalamanku sendiri. Sesuatu yg aku hadapi, aku atasi dengan caraku sendiri. Walaupun itu salah, walaupun itu ga akan nyelesaiin masalah, tapi aku melakukannya sendiri, dan aku yakin itulah yg terbaik yg aku punya. Dan di dalam masalah kali ini, aku emang udah ga kaget lagi ngehadepinnya. Masalah yg sama dengan cara yg berbeda. Aku dulu pernah punya pengalaman kaya gini. Aku dulu udah pernah ngelaluin yg kaya gini. Awalnya aku berhasil, tapi yg kedua gagal karena kesalahanku sendiri. Kali ini aku ngadepin hal yg sejenis. Tapi masalahnya beda, dan tentunya dengan orang yg berbeda. Masalah emang dateng ga mandang waktu sama kondisi. Aku lagi banyak tugas kimia, lagi mau uas, lagi adem anyem abis 3 bulanan, eh dateng. Ngeselin kan? Emang. Tapi, dengan segala kemampuan dan pengalaman yg aku punya, aku selesaiin dengan caraku sendiri (dan tentunya ga kaya dulu2). Mungkin apa yg aku ucapin tadi ada yg salah. Mungkin apa yg aku bilang tadi ada yg cuman fiktif. Kan aku bilang, aku bukan orang yg bisa ngerangkai kata2 semanis madu yg bikin hati orang luluh gara2 itu. Aku udah coba jujur, aku udah coba jawab apa adanya. Walaupun pikiran sama hati aku berkecamuk tadi, tapi aku bisa ngatasinnya dengan tenang. Emang masalah ini ga selesai gitu aja, tapi secara bertahap, secara perlahan. Aku bakal sabar dalam hal ini. Aku yakin Allah ga akan ngasih cobaan kaya gini kalo aku ga bisa nyelesaiinnya...
Dear you... jujur ya aku emang ga suka liat kalian. Tapi aku coba ngerti. Kalian cuman temen. Kamu juga udah pernah bilang itu ke aku. Aku cuman ga nyama sama perkataan mereka. Mereka tu nanggepin seolah-olah aku ni ga dianggap apa2 sama kamu. Aku percaya kalo kalian cuman temen. Tapi ini bukan masalah aku ga percaya kamu. Aku cuman ga seneng ada di posisi sekarang. Posisi yg dikira orang ga di anggep. Yg dikira orang ga di peduliin. Sakit ga? Sakit maaaaan *nggebukin dada sebelah kiri pake ekspresi meringis* oke sekarang aku terima ya kamu kecewa sama aku, aku juga sebenernya kesel sama kamu tau nggak, aku juga sering kesel woy samo kau! Bukan kau bae yg galak cak itu-,- ya i never mean to start a war Ian, you know I NEVER WANNA HURT YOU. Why is love always feel like a battlefield? Tanyakan saja kepada yg buat lagu -_- intinya, hmm…I just want you to stay K ah gimana ya? Gatau ah. Pokonya aku ga mau pisah. TITIK! Aku ga mau pindah dalam keadaan mantan kamu! Aku ga mau ngurungin niat aku buat beliin kamu sweater! Aku pengen kita baikan! Terserah kamu mau benci atau apa. Terserah juga kalo kamu emang mau putus. Pokonya aku ga mau L tapi kalo emang keadaan memaksa aku untuk berkata iya, yaa apa boleh buat. Mungkin aku emang ga pantes buat kamu.
Diposting oleh oktavianadya di 09.52 0 komentar
Sabtu, 27 November 2010
berkelana bersama SPRITE :D
Hellowazzapyomaaaan! *ngomongnya pake gaya anak hiphop yeah* ketemu lagi yo di post terbaru gue yo sekarang baru sempet gue tulis yo biasa yo anak muda yo sibuk gitulah yo yow (padahal emang lg ga ada pulsa internet dan ini baru ngisi) -_- oke maaan to the point aja neh, aku disini mau menceritakan petualangan kami (Nadya and the SPRITE) pada hari Sabtu tanggal 20 November 2010. tanggal yg cukup bagus untuk dijadikan momen baik itu jadian, kawinan, atau sunatan (?) *aposih nad*. Jadi kisahnya bermula ketika pagi itu kami merasa kehilangan (lagi) sesuatu yg dari kemaren hilang. Pada saat itu juga, Pandu sang anak rohis yg selalu terzolimi, berdiri didepan kelas dan kami menatapnya seakan-akan ia mau membuka majelis dan bertausiyah. Oh ternyata salah bung, dia mau mengajak kami ke jalan yg benar sekaligus menyesatkan.
Pandu : oi galak dak kito jenguk Bagus?
Budak : kapan?
Pandu : terserah. Kalo dak tu kito izin mentoring samo bahasa arab bae
Budak : sakit apo dio?
Pandu : TBC
Budak : hah?? *syok* omaigat. blablablablabla(ngoceh dewek2)
Aku : oh pantesan dio kemaren batuk sampe mak itu nian ckckck (giliran ocehan aku bae aku publish disini wkwk dasar nak eksis nian. Yolah blog jg blog siapo-_-)
Pandu : galak dak?
Budak : galak galak galak, payo payo payo, peh peh peh (dasaran nak bolos sm lesu mentoring bhs arab tu langsung ngiyo2ke dengan semangat, begitu jg aku huahaha)
*someone* : tapi cakmano izin dengan pak Aryus? Gek keno sebat kito
Aku : yoh, galak aku kalo kau nak tanggung jawab samo kami. Kau yg ngizini karna kau yg ngusuli
Jia : iyo. Tanggung jawab kau samo perizinan kami
Pandu : *ngacir*
Setelah itu, as time goes by (ceileeh), sampai juga pada saatnya ishoma. Nah kebetulan kami ketemu sama bu Yuniar ditengah perjalanan menuju kelas. Tanpa pikir panjang lagi, kami segera menghampiri beliau dan meminta izin serta doa restu darinya *sebenernya aku ga ikut sih pas minta izin, kan ini kisah, ecak2nya aja(apolah bahaso aku)*. Begitu kami para perempuan sudah sampai ke kelas dengan kondisi sehat wal’afiat, angin berhembus memberikan kabar sedap ini.
*someone* : oi kito sudah dapet izin dari bu Yuniar, katonyo lajulah blablabla
Budak : *pasang tampang sumringah cak lebaran* nah baguslah itu tinggal minta izin samo tutor masing2 bae. Yasudah makanlah dulu oi abis itu izin kito
Mendengar komando seperti itu, setelah pelajaran bahasa Arab, kami (seperti biasa) dengan brutal keluar kelas dan mengambil jatah makan catering. Kali ini lauknya ayam tepung saus tiram, telor ayam saus tomat, sayur asem yang-banyaklah-isinyo-daripada-kuahnyo, kerupuk entah-apa-namanya, beserta dessert pisang manis yg menggugah selera (bagi aku-_-). Betewe, lauk tadi aku ngarang loh namanya, maap2 kalo salah. Sepengamatan aku dengan rasanya sih begitulah kurang lebih. Dengan lahap kami menyantap makanan itu karena perut sudah tidak bisa diajak berkompromi lagi. Abis makan, kenyang, sendawaan, menghabiskan dessert (yg sebenenya rata2 aku bajakin gara2 jarang yg suka pisang dan mereka melemparnya padaku, seolah-olah aku adalah...em..mongki-__-), kami lalu bergegas merapikan segala macam buku dan alat sekolah lainnya. Dalam sekejap, kelas sudah bersih! Bersiap untuk meluncur ke rumah Bagus! Hell yeaaaah \m/ sebenernya aku tadinya pengen ninggalin kardus yg buat kerajinan daur ulang seni budaya, soalnya males aja kaga napsu bawa2 begituan. Mana tas penuh nah gara2 bawa baju olahraga ternyata ga senam -_- gondok boy. Tapi dengan pertimbangan yg cukup masak, aku memutuskan untuk membawanya. Takutnya di ucak2i kalo ditinggal dikelas.
Next~ kami minta izin sama tutor mentoring masing2. yg bagian perizinan ke pak Aryus itu urusan Pandu. Soalnya dia yg ngajakin kami jenguk, jadi dialah yg bertanggung jawab atas kami. Kabar angin, pak Aryus ga ada. Oke, Pandu menghilang seperti biasanya. Aku sama Meta abis minta izin sama Ukhti Tika, dibolehin. Terus kita ke kelas dulu, ngecek, kali aja masih ada budak disitu (padahal sambil menyelam minum air, sambil cari budak, sambil ketemu Rian hahaha ß gatal). Ternyata cuman ada Rangga yg daritadi kular-kilir gajelas mau kemana. Aku sm Meta langsung keluar nyariin anak2 yg udah pada janjian di depan gerbang. Pas kami nyampe, NOBODY’S HERE! Kemanakah mereka semua? Pas kami cek lagi di jalanan, dari jauh terlihat segerombolan budak yg tidak asing dimata kami.
Meta : OI! TUNGGU OI! TEGA NIAN KAMU E NINGGALI KAMI!*mohon maaf huruf saya capslock, menandakan sedang berdialog jarak jauh alias teriak*
Aku : PAYAH NIAN KAMU NI! KAMI BECARIAN! TUNGGU WOY! FATHUR! *aku cuman keciren fathur, soalnyo keliatan nian caro dio bejalan, bohayyy hahaha pis thur*
Melihat jarak mereka yg semakin jauh, kami akhirnya berlari mengejar mereka. Hosh hos hosh *menges ceritonyo* akhirnya kami menjangkau mereka! Oke kita mulai perjalanan kali ini dibawah teriknya matahari tengah hari yg cukup menyengat kulit. Beberapa menutupi wajah dengan kardus (aku juga deng haha panas gile), beberapa bejalan santai seperti tidak merasakan kehadiran matahari, beberapa mengeluh sakit perut (aku samo Meta ngeluh sakit perut gara2 abis makan lgsg bejalan, Arin sakit perut ngeluh nak buang rezeki numpuk dalem perut HAHAHA). Sampai juga kami di depan rumah bercat putih yg didepannya juga sudah terlihat motor bergerombol layaknya anak genk yg mau balapan. Kami terduduk kusu, ngepor2 di depan rumah orang, tanpa mikir malu lagi duduk2 pinggir jalan. Terlihat beberapa yg naik motor seperti Anggun (laen budak lah bawa motor dewek), Robby (wah pasangan ini naik motor dewek2 ckck), Berlian&Umil (pasangan yg satu ini walaupun motor sudah kondisi mati masih aja betengger di motor berduaan, prikitiw), Dicky (entah dia sama siapa), dan itulah yg aku liat. Cukup lama kami berkompromi disana, mencari-cari seseorang yg bertanggung jawab atas kami semua, dan seseorang yg tau rumah Bagus karena yg laen mikut2 bae, ia adalah...PANDU! ya, kemanakah si Pandu? Dengan diskusi dalam waktu sesingkat-singkatnya, budak motor memutuskan untuk nyusul Pandu, nyari ke sekolah. Sedangkan budak kaki, bejalan sampe ujung jalan Sersan Sani terus nunggu ajadeh dibawah teriknya matahari.
Aku : payo oi ngapoi disini -,-
Fathur : nyebrang bae peh. Disini panas.
Liu : iyo nah. Lagian rumah Bagus tu kan ke arah palimo. Nyebrang bae kito
Oke, sepakat. Kami nyebrang. Tapi yg nyebrang cuman aku, Keke, Anita, Arin, Maulani, Meta, Witri, Dian, Julia, Zahra, sama Fadli. Sedangkan Liu, Anin, Fathur, Pino, sama Rizky tetep di ujung jalan sono (awak Fathur yg ngajak, dio yg tetep nyogok disitu-_-). Detik demi detik, menit demi menit, sekitar setengah jam kami nunggu kepastian gimana nasib ini mau ke rumah Bagus tapi gatau alamatnya, mana si Pandu ngilang pula. Akhirnya budak motor nyamperin kami di halte situ.
Eren : ai Pandu dak katek nah
Budak : ailah kemano sih dio ni. Awak dio yg ngajak, dio yg ngilang. Gilo apo. Sms oi cubo, telfon nah men perlu
*datanglah budak lain*
Aku : mano Pandu? Ketemu dak?
Berlian : mentoring dio samo Rangga
Aku : HAH?GILO APO? AI PAYAH DAK SOLID NIAN SIH! *umpatan dan celaan terhujat kepada Pandu*
Tiba2 aku mendapat sms dari Rangga, isinya ”oi lemak kamu balek lagi kesekolah daripada keno panggil pak aryus besok”. Aku langsung cemas.
Aku : oi aku balek ye. Ngeri nah aku dgn sms rangga ni.
Meta : payah nad dak solid kau ni. Awak kau daritadi ngomong dak solid dak solid, kau dewek dak solid
Aku : ngeri aku oi. Daripada wasting time disini enak aku ikut mentoring bae
Anggun : oi jangan balek nad. Ah kau ni. Kebersamaan oi
Jia : iyo kau ni, omongan rangga kau percayo. Sudahlah
Keke : apa kita kerumah Wenni aja?
Aku : dimana?emang masih sakit?
Keke : udah sembuh sih sebenernya hehehe
Fadli : ai lemak kerumah Dicky. Men dak tu jalan2 bae kito. Nonton apo hahaha
Aku : payo nonton peh harry potter 3D. eh mahal ah tapi
*karena banyak yg tidak punya uang cukup mau nonton, akhirnya kami tetap membahas masalah jenguk Bagus ini*
Anggun : ini nak cakmano kito ke rumah Bagus? Katek yg tau alamatnyo
Eren : ado yg tau nomer Fadel dak?dio kan budak rohis. Katonyo kemaren budak rohis ke rumahnyo jugo
Aku : aku ado sih.
Eren : nah telfon bae
Aku : dio tu dak bawa HP caknyo Ren
Eren : ai cakmano e....
Budak : *masih mengumpat Pandu*
Anggun : nah nah aku bawa biodata kito nah! *ngasih biodata Bagus* alamatnyo Jalan Jompo no. 790. dimano ini?
Jia : nah iyo pake itu bae. Dimano tapi jalan jompo tu? Daerah palimo e?
Pino : itu tu daerah jalan sosial itu nah. Eh ini nah alamatnyo *nunjukki HP* deket dealer honda blablabla (lupo aku)
Budak motor : OOOHHHHHHH dealer honda yg itu blablabla *ngoceh dewek*
Budak laen : *ngangguk2 bae*
Eren : tapi jalan jompo dimanonyo?
Fadli : tanyo mamang angkot bae oi. Sekalian nyarter kito
Fathur : sudah mano sini aku yg nanyonyo. Ai tapi agek men sudah aku tanyo, lah sepakat harga, dio lah didepan sini, kamu dak jadi. Dak ah
Eren : yasudahlah sini kami bae
Eren, Anggun, dan Witri terlihat sedang berkompromi dengan mamang dalam angkot merah itu.
Anggun : galak dak nah 3000/orang?dianter sampe depan rumah nian.
Budak : *ngoceh, dak terimo, mahal nian*
Tapi pada akhirnya kami menerima dan naik angkot itu.
(di dalam angkot)
Arin : oi mang 2000 lah mang. Payah nian waya2 seribu. Kami ni budak sekolah! *emosi menggebu*
Aku : jadilah Rin 3000 bae
Arin : ai payah mamang itu, aku lah nawar mati nah. Dak terimo aku walaupun selisih seribu
Witri : oi arin arin, dasar budak pasar nih, ngotot nian samo hargo. Ikhlaske bae oi. Kito ni rame2 jugo.
Arin : yolah *dengan ekspresi pasrah*
Angkot pun melaju ke alamat yg dituju. Eren dan Jia ngebuntuti kami biar nanti bisa ngasih tau budak motor yg laen, yg masih nemeni Robby gara2 rantai motornya lepas. Setelah mereka sempat tersesat, akhirnya tiba juga kami didepan rumah Bagus setelah sebelumnya nanya2 ke tetangga. Meta yg sangat semangat memanggil Bagus pun beraksi. Tapi dipanggil udah berapa kali, orangnya ga nongol2. sampe kami cek ke belakang, kami intipi, kami ketok2 jendela dan pintunya, tapi ga ada sautan atau sambutan dari dalem. Padahal kata tetangganya dia ada tadi pagi. Orang tuanya lagi mudik ke Lampung. Dia cuman sama kakaknya tapi lagi ga ada kakaknya itu. Dikala kami menunggu budak motor, aku duduk di bawah pohon di runtuhan tiang (entah runtuhan apaan itu). Aku ngeliat dibelakangku ada daun yg kering. Terus juga di lahan yg kami injek nih, bekas bongkahan batu batu gitu nah. Kaya bangunan yg prnah runtuh. Ada batu bata, ada serpihan tembok itu, ada kanopi, ada batu2 gede juga. Si Anin yg daritadi ada di deket aku juga tiba2 ngomong ke Liu
Anin : liu liu, coba deh aku seolah-olah kaya reporter di tempat yg abis kena gempa
Aku : iyo iyo cubo aku cak2nyo kameramen. Liu reporter cubo *ngebentuk kardus seolah-olah kamera, Liu nyodori tangan*
Anin : yak pemirsa, sekarang saya berada di lokasi bencana gempa. Bisa dilihat ini ada runtuhannya *sambil nunjukkin batu bata*
Aku : gempa di satu tempat bae anehnyo
Anin : iyo, gempa lokal. Hahahaha
Aku : lihat! Ini adalah pengaruh gempa. Daun2 menjadi kering. Anehnya lagi rumah ini tetap berdiri kokoh ditengah kehancuran!
(Jia yg lagi ngeliat kami giloan dewek, tiba2 bawa HP trus ngerekam kami, kali ini dia mau gabung jadi kameramen dengan modal kamera HP)
Aku : *nyadar di rekam* baiklah pemirsa, kali ini kami sedang berada di suatu lokasi yg terkena gempa lokal
Anin : ya, gempa lokal akibat adanya gunung meletus yg entah dimana letaknya
Aku : bisa kita lihat disini ada dedaunan yg sudah mengering dan berubah warnanya menjadi coklat *metik daun kering*
Anin : ini adalah akibat dari debu vukanik!
Aku : ya! Ini semua karena abu vulkanik yg merusak lingkungan! *abis itu ngambil batu* dan ini, ini adalah segumpal magma yg keluar dari dapur magma dan membentuk bongkahan batu *nunjukkin ke kamera*. Sedangkan ini *nunjuk tumpukkan pasir*, ini adalah tumpukan abu vulkanik
Maulani : berapakah ketebalan abu ini?
Aku : saya juga kurang tau ya. Ini tebal sekali. Liat deh
Anin : ya pemirsa, jarang sekali kita temukan gempa lokal vulkanik di indonesia
Aku : betul! Dan ajaibnya, rumah ini tidak hancur! *nunjuk rumah Bagus* tapi, melihat materi yg terbentuk akibat letusan gunung ini, sepertinya gunungnya tipe Perret!
Anin : ya! Gempa lokal Perret (anin ni dak jauh2lah ngomongnyo dari gempa lokal)
Aku : seperti yg kita ketahui, letusan gunung Perret itu sangat dahsyat. Dengan tekanan gas yg tinggi dan juga jenis magma yg cair encer, letusan ini bisa menghancurkan satu kota. Tapi memang ajaib, yg hancur hanya halaman depan rumah ini saja!
Arin : *nimbrung, nyodorin HP*
Aku : eh eh apa-apaan ini mau ngerekam juga ya?
Arin : bagaimana perasaan anda?
Aku : perasaan apo? Aku kan reporter. Aku dak ngalami bencana -_-
Arin : oio lupo. Aku nak nanyo bae tapi. Cubo ngomong bae
Aku : iyo nanyo sih nanyo tapi HP ni dak usah nodong -_-
Arin : yasudah. Ohya, bagaimana nasib anak-anak dan suami anda?
Aku : anak2 saya sudah ngungsi ke gunung dempo(?)
Anin : *tawo2* Eh mereka ini siapa ya? *nunjuk yg lagi pada duduk ga jelas ngapain kerjaannya* ayo kita wawancarai saja. Mereka ini sepertinya korban gempa
Aku : ya, didalam itu hanya seseorang yg sakti yg bisa bertahan!
Anin : baik pemirsa, mereka ini adalah para korban gempa lokal Perret. Kami akan mewawancarainya *nyamperin, cari korban, pada pasang muka bingung*
Aku : *ngeliat Keke, masati* oh jangan ini, tampaknya sumringah sekali seperti bukan korban. *masati Zahra* nah ini dia, mukanya nelangsa
Zahra : *ga pasang ekspresi kaget, ekspresinya meratapi*
Anin : ibu, bagaimana perasaan ibu setelah terjadi gempa ini?
Aku : bagaimana kronologisnya bu?
Zahra : *bingung* apodio sih kamu ini -_-
(tiba2 datang budak motor)
Aku : Nah! Itu dia! Mereka adalah relawan yg akan membantu para korban dari berbagai negara. Itu dari Belgia *nunjuk Eren*
Anin : itu dari Swiss *nunjuk Anggun*
Aku : itu dari Amerika *nunjuk Robby*, itu dari Afrika *nunjuk Fathur*, dan itu dari Australia *nunjuk Berlian & Umil* *mereka menatap bingung*
Fadli : apodio oi gilo
*rekaman terhenti*
Aku : Nin, kito tutup bae peh
Anin : oke baiklah pemirsa, sekian.......*belum selesai ngomong aku motong*
Aku : jangan cak itu Nin, ecak2nyo ado gempa. *kamera ON* baiklah pemirsa, karena ada gempa *menggerakan tubuh dan tangan seolah-olah ado gempa nian*, kami harus pergi pemirsa. Sekian laporan dari lokasi gempa.
Gila-gilaan selesai. Anin cukup lihai untuk menjadi partner gila saya. Setelah budak motor dateng (yg rata2 cowok), kami yg daritadi manggilin Bagus ga nongol2, nyuruh budak itu untuk manggil Bagus. Kali aja kalo cewek yg manggil, si Bagus ogah2an mau keluar. Akhirnya Robby, Dicky, sama Berlian angkat bicara. Manggil2, nggedor2, dll. Sampe kami semua kehausan dan menyerbu warung yg ada di deket rumah Bagus. Tiba2 ada ibu2 pake daster yg keluar dari sebelah warung itu
Ibu2 : nyari’i Bagus yo? Ado dio di rumahnyo tadi dewek’an. Palingan tedok dio tu. Ketok bae
Kami : sudah Bu tapi dak di agok’i.
Ibu2 : nah mungkin tedok dio, Nak. Ado nian dio dirumah tu dewekan. Emak bapaknyo samo kakaknyo lagi pegi galo.
Kami : yo Bu, makasih lah ngasih tau.
Aku yg sudah cukup bosan nyogok disitu dan hampir memutuskan untuk pulang, tapi merasa kalo aku pulang percuma bae berarti dak ngapo2i 2 jam ini. Samo bae bohongi guru. Astagfirullah. Akhirnya sebelum pulang, aku melihat situasi rumah. Adakah pintu atau jendela yg bisa menghubungkan kami dengan Bagus? Baiklah, pertama aku cek di samping rumah. Jendela kebuka, kamar terlihat rapi, kasur berantakan, tidak ada orang. Kedua, cek ruang tamu. Kosong melompong, tapi kata Berlian ada suara TV. Berbagai alibi segera melintas di otakku. Bisa aja kaya di Conan gitu nah dianya terkapar dengan kondisi TV nyala *korban komik*. Ketiga, aku coba liat pintu samping yg ada teralinya. Terali kebuka, aku coba ngeok pintunya. Ga ada sautan.
Aku : apo kito buka be pintu ini?
Umil : coba aja Nad. Cek, kekunci apa ngga
Anggun : dobraklah Nad
Aku pun membuka pintu. Dan ternyata ga dikunci!
Aku : nah dak dikunci. Cakmano ini? Madak dewek’an pintu dak dikunci. Cubo oi siapo yg berani masuk
Robby : sini sini aku baelah *buka pintu, masuk* oi payo kawani apo. Beduo sini *Fathur masuk*
Fathur&Robby: Gus, Bagus. Keluarlah Gus. Gus.... *mereka masih nyari* katek Bagusnyo.
Aku : nah kau. Dak mungkin oi. Cubo cek di kamar mandi.
Julia : nah iyo! Kalu bae dio pingsan apo kejedot lantai apo tekapar abis minum obat
Setelah itu akhirnya Bagus keluar dengan mata mengantuk dan baju keringetan
Kami : oi Baguuuuus. Kami panggili daritadi dak nyaut2. tega nian
Robby : tahan kami Gus dak mentoring samo bahasa Arab demi kau. Kaunyo dak ngagok’i kami
Aku : kemano bae sih kau ni? Denger dak kami manggil2, ngetok2?
Bagus : aku tadi lagi tedok. Kamu ganggu, jadi dak aku buka
Kami : *menggerutu* *dengan biadab masuk ke rumahnya*
Aku : oi belum dipersilahkan oi. Adab bertamu, masuk kalo sudah dipersilahkan *balik ke depan pintu, padahal sepatu lah di dalem rumah*
Umil : kami ni boleh masuk dak Gus?
Bagus : yo masuklah
Robby : nah ini dio yg aku cari. Maen PS kito boy . maen yo Gus. *nyalain PS, maen dewek’an -_-*
Sementara itu, diluar terlihat Fadli yg tegak bae nyender di dinding , terus Meta duduk menyendiri di ujung sana. Entah lagi ngapain.
Anggun : oi Fadli suruh masuk Meta tu. Jangan bengong mak itu gek kesurupan
Fadli : *acuh tak acuh* OI BOY MASUKLAH
Aku : ah kau ni! Samperi oi! Sekalian nyatoi perasaan kau k dio tu. Aku tau Di kau tu galak kan aslinyo samo dio
Fadli : *dak nanggepi apo2, cuman ngubah ekspresi wajah*
Dian : iyo Di dak usah gengsi mak itu, nyatoilah sekarang oi
Aku : nah men kau dak galak samo dio, ngapoi kau disini dak masuk?
Fadli : yo kamu tegak galo disini ngalangi aku masuk be
Aku : bullshit nian kau ni. Mak ini ye caronyo, kau tu samperi dio, duduk apo tegak serah kau, kau tanyo ngapo dak masuk. Terus nyatokelah
Fadli : *senga senge bae*
Aku : galak apo kau ngeliat cewek yg kau galak’i kesurupan? Terus agek dio keburu di ambil setan (?) ah Di payah nian kau ni. *ngeliat meta* oi Meta tu ngapo sih? META! META! WOY!
Anggun : *nyamperi Meta* *ngeliat muka Meta trus belari* cak itu nian tatapan dio tu
Aku : eh ngapo?kesurupan e dio?payo oi meta *masuk ke rumah* oi Meta kesurupan!
Budak : *panik* *syok* hah? Bebener Nad? *keluar rumah*
Aku : merinding Ke, sumpah *nunjuki tangan*
Keke : ai Nadya ni ado2 bae *keluar rumah*
Setelah memastikan apakah benar Meta kesurupan, oh ternyata tidak. Alhamdulillah dia masih bisa menggerakan kepala dan mengedipkan mata.
Budak : *masuk rumah lagi*
Aku : Di,tembaklah . payah kau ni.
Anggun : oi tinggal ngomong bae kau ni
Fadli : iyo lemak kamu tinggal ngomong tinggal ngomong
Aku : eh berarti kau ni galak e sebenernyo?haha lah ketebak Di gerak-gerik kau. Sekarang tembaklah. Kapan lagi ado momen cak ini
Dian : lajulah Di. Nyali kau ni cemen nian
Aku : nah Di, kau tau dak aku sm Bila tadi nyanyi ”mau dibawa kemana” tu karena meta nulis status cak itu. Kau tau e rasonyo jadi cewek tu dak enak Di, cuman biso nunggu, dak biso bertindak duluan. Kau?ditunggui malah cak ini
Arin : iyo Di kau ni, dio tu dak galak digantungi. Men galak tu galak be
Anggun : dio sering nian cerito ke kami tentang kau. Katek perasaan nian kau ni
Aku : yeh Di, uong tu dak akan maju kalo dak galak ngelakuke perubahan. Kau pendem perasaan kau jugo bakal nyakiti diri kau dewek agek. Kamu tu samo2 galak, gengsi kau nak nembak padahal kau tau kalian punyo perasaan yg samo? Payah. Dak gentle
Anggun : nah iyo bener kato Nadya
Aku : *masuk rumah* OI ADI NAK NEMBAK META!
Budak : *heboh, keluar rumah galo*
Dicky : Di, tunjukkanlah bahwa kamu lelaki! *nggebuk punggung Adi*
Fadli : seolah-olah nian kau ni.
Dicky : *dorong2 Adi sampe ke depan Meta*
Berlian : oi masuklah oi. Dio dak galak men di jingok’i. Kito pantau dari sini bae *ngumpul di belakang mobil*
Fadli : *melambaikan tangan*
Berlian : oi dio tu dak akan ngelakuke men kamu liati cak ini. Liat dari dalem bae nah
*kami rusuh masuk rumah, nongol dari jendela depan*
Fathur : oi Adi tu tau. Dio tadi ngelambaike tangan kesini hahaha -_-
*membagi kubu, kubu pantau depan dan kubu pantau samping. Aku pantau samping*
Berlian : kamu ni kalo nyingok dak usah ribut oi. Ketauan!
Aku : makmano dak ribut oi. Ini ni kejadian langka, jadi pasti heboh
Fadli : AWAS KAMU MEN NGEREKAM!
Berlian : IDAK OI TENANG BAE. DAK LIAT KAMI
*dari kejauhan terlihat Adi tinggal berduo samo Meta. Waw waw waw. Dengan gesit aku memotret momen langka ini*
Berlian : SUDAH BELOM?
Dciky : *melambikan tangan, artinya belom*
*tiba2 Arin menghampiriku*
Arin : Nad balek peh. Sakit nian perut aku
Aku : yosudah yok. (dak tega aku liat ekspresi Arin. Aku sudah pernah ngerasoinyo cak kau Rin. Tau nian aku itu dak enak. Menjunjung solidaritas)
Sebelum pulang kami nyamperi Meta. Sebenernya, berat hati melewatkan momen indah ini. Bagaimana tidak, ada pasangan yg akan mengikut jejak Berlian-Umil dan Robby-Anggun.
Aku : sudah belum Ceh?
Meta : apodio?
Aku : ish payah. Sudah nyatoi belum?
Meta : apoan? Katek dio nyatoi. Cuman nanyo ngapo dak masuk bae
Aku : *mandang Adi sinis* oi Adi kau ni nyatoilah. Nak balek nah
Fadli : yosudah baleklah
Aku : oh. Ngusir ye. MASUKLAH OI ADI TU GROGI MEN RAME2
Budak : yo masuk yo peh peh masuk
Akhirnya denga berat hati kami meninggalkan mereka dan mungkin akan menanyakan kabar selanjutnya kepada budak yg masih stay disana tadi. aku sama Arin jalan kedepan, ke jalan raya. Selama perjalanan yg cukup jauh itu, dia nanyain gimana cara Rian nembak aku waktu itu. Aku ceritain deh sedetil mungkin. Dan kata Arin, Rian itu unik cara nembaknya huehehehe :] ga kerasa udah sampe depan, terus naik angkot deh pulang. Sampe depan jalan sersan sani, ketemu anak 6, dan satu kelas mentoring bahasa Arab sama aku
Ria : kemano bae kau?
Aku : abis ke rumah kawan. Sakit dio
Ria : kamu dicarike samo ustazah tadi.
Aku : cakmano?dimarahi dak?sabila masuk dak?
Ria : yo mano budak Anindita dll ini. Iyo masuk dio tadi. Tadi ado pengumuman dari pak Aryus, “bagi yang ingin jenguk kawan atau persiapan halal bihalal, kembali ke kelas masing2 dulu”
JEDEEEERRRRR!!! Petir menyambat hati dan pikiran. Mati nian ini.
Aku : waduh. Keno tegak ini senin agek -_____________-
Begitulah akhir dari perjalanan kami. Penuh dengan malapetaka dan kebahagiaan juga bagi Fadli-Meta yg sekarang udah jadian. 3 couples! :O udah 3 pasangan aja yg jadi selama minggu ini. Dan ga nyangka ternyata mereka2 yg jadian ini udah sering di ucak2i, eh bener jadi ternyata. Dewo memang hahaha :D dengan penuh kecemasan dan kepasrahan, kami bertawakal saja dengan nasib kami hari Senin. Karena prinsip kami adalah ”kami melakukannya bersama, kami tanggung resikonya bersama. Karena kami adalah keluarga, satu terluka, yg lain akan ikut terluka. Salam solidaritas, SPRITE” hahaha apolah cubo. Ini ado yg aku tambah2i ehehe. Yaa intinya kami akan pasrah saja senin nanti. Di postingan selanjutnya, insyaAllah akan aku ceritakan kisah menarik lainnya. See ya :]
Diposting oleh oktavianadya di 06.28 0 komentar
Selasa, 16 November 2010
would you sing it for me?
Her eyes, her eyes
make the stars look like they're not shining
Her hair, her hair
falls perfectly without her trying
She's so beautiful
And I tell her everyday
I know, I know
When I compliment her she won't believe me
And it's so, it's so
Sad to think that she don't see what I see
But everytime she asks me "Do I look okay?"
I say
When I see your face
There's not a thing that I would change
'Cause you're amazing
Just the way you are
And when you smile
The whole world stops and stares for a while
'Cause girl you're amazing
Just the way you are
Her lips, her lips
I could kiss them all day if she let me
Her laugh, her laugh
she hates but I think it's so sexy
She's so beautiful
And I tell her everyday
Oh you know, you know, you know
I'd never ask you to change
If perfects what you're searching for
Then just stay the same
So don't even bother asking if you look okay
'Cause you know I'll say
When I see your face
There's not a thing that I would change
'Cause you're amazing
Just the way you are
And when you smile
The whole world stops and stares for a while
'Cause girl you're amazing
Just the way you are
The way you are
The way you are
Diposting oleh oktavianadya di 08.48 0 komentar
christian bautista-for everything i am
I may run out of tender words to say
Can't promise you the world
When all i have is love
Only love
I may not be the one your thinking of
I may not fit your perfect dreams of love
One thing I know for sure
And you can rest assure
My love is always yours
Oh baby
Won't you look into my eyes and see
Beyond the things I'm not, there's love inside of me
Just love me for all things I am, love me
The lighter side, the darkest side
Try to love me for everything I am
You, you been inside
You've seen the darkest side of me
I've shown you everything I am, everything..
Diposting oleh oktavianadya di 08.42 0 komentar
Jumat, 12 November 2010
SPRITE! :]
sesuai dengan judulnya, disini akan aku tuliskan sejarah berdirinya sampai arti nama dan anggota2 di dalamnya. tak luput juga keanehan2 yg tersimpan di setiap harinya (apolah bahaso aku ni). okay let me start it..
SPRITE - berasal dari huruf2 yg bermakna cukup gak nyambung. S for Sepuluh. P for emPat (oke ini maksa). R for Religious (bohong abis). I for Inspirative (yang sebenarnya tak patut ditiru). T for Talk active (aku rasa ini ngena). dan E for Energic (bener juga, kami lincah wuakakak). Nah! taukah saudara-saudara pembaca blog saya (cak kebanyakan followers), nama ini dibuat pada saat pulang sekolah, dibawah terik matahari siang, diambil dari ide kreatif-kurang-kerjaan aku dan Bila, dan di karang sesuai dengan apa yg terlintas di otak. sungguh tragis. kami berharap dengan adanya guratan nama yg bagus dan bermakna dalem, semoga kelas ini menjadi kelas yg selalu di berkahi Allah dan semoga sesuatu yg ada di namanya dapat terwujud, terjaga, dan terlaksana sebagaimana yg diharapkan (amin). sebelumnya, nama SPRITE adalah Xempact (ditambah ++ kata anak2 cowok biar vulgar dikit-__-), tapi kami selaku perempuan2 yg menuntut keadilan, walaupun ini hanya sebuah nama kelas yg mengagak-ngigik, kami tidak terima dengan adanya peresmian nama Xempact itu. coba deh itu tu kaya nama panti pijet, mana pake ++ lagi. ga gaul banget deh masa ya taun 2008 namanya Spidol, 2009 namanya Patrick, 2010 apa? Xempact. oke, cukup sempurna untuk nama sebuah panti pijat dengan segala ++ di dalamnya. dengan nama itu, pasti banyak orang yg berpikiran negatif dengan kelas kami. belum lagi kalo dibikin jaket gitu misalnya, ga lucu banget kan ya masa belakangnya pake merk Xempact beserta logo sempak yg sesungguhnya (nyijik'i nian ide budak lanang ni). nggak banget deh ya enakan aku pura2 ga ada kelas aja -_- well begitulah latar belakang label nama kelas kami.
Selanjutnya, aku akan memperkenalkan wali kelas kami. She is Bu Yuniar. Beliau ngajar MTK di kelas X.4-X.6. you know what, beliau ini dewo sekali dalam pelajaran matematika. Tau ga kenapa? Karena (aku baru tau) bahwa ibu ini S2 loh (terus kenapasih). Tapi yaa sebuah kebanggaan lah untuk kami. Ibu ini juga asik lho. Seperti semboyannya “matematika itu asik lho” *kami menelan ludah dan menggerutu mendengarnya* ya iyalah asik, gimana engga, beliau S2 merasa itu asik karena beliau sudah dewo. Di banding kami jauh lah, makanya kami ikut bangga karma ibu ini yg ngajar kami sekaligus wali kelas. Ibu ini cuek sih aslinya. Ga peduli sama keadaan kelas, nama anak2 sekelas aja ga hafal (wajar sih ya, banyak), trus kaya sebodo amat sama kelas. Ampun deh. Tapi ibu ini kocak kok. Dak betingkah lah.
Next, I want to introduce you guys about my new friends here.
HUAAAAH~ akhirnya selesai juga penguraian tentang anak2 SPRITE. Bosen ga bacanya?bosen ya? Ga asik ya? Ya salah sendiri pake dibaca sampe abis (-__-) Sekarang aku mau menjelaskan beberapa kebiasaan anak2 SPRITE
Ohya, HAPPY IDUL ADHA 1431 H, GUYS! Buat kambing dan sapi, tabahkan hatimu ya. Semoga dagingmu berguna untuk mereka yg membutuhkan walaupun kalian harus di sembelih dengan biadab. Percayalah, di alam sana akan ada berjuta kenikmatan untuk kalian semua. Allah akan membalasnya :)
Diposting oleh oktavianadya di 10.00 1 komentar

